Aku dan ……. ku

June 19th, 2008 by phytry

Kawinan_teca_6_1 By. Isna

Indah dipandang tak indah dirasakan

Cantik dalam fikir tak cantik dalam dzikir

Pandang hati tak terpuaskan nyali

Undang prosa tak menggapai kata

Pabila utas hendak ikatkan tuntas

Niscaya jari mengucap mari

Seolah lilin yang berpilin-pilin

Mencari cahaya yang menyala-nyala

Akankah awan mendaratkan bintang

Membawa pelangi menyeberangi malam

Mengikat salju bersama lagu

Menunjuk daku dalam  …..ku

Puisi Menyebalkan

June 19th, 2008 by phytry

By. Isna

Di antara hiruk pikuk dan bisingnya jalanan aku memikirkanmu

Di antara gerimis dan beceknya gang aku memikirkanmu

Di antara dinginnya malam dan teruknya badan aku memikirkanmu

Seperti pasir dalam sepatu , kamu menyebalkan

Seperti tokek yang menempel di punggung, kamu sangat menakutkan

Seperti kecap yang tumpah di kemeja, kamu sulit dihilangkan

Suatu saat ….

Aku ingin membersihkan sepatu itu

Aku ingin berteriak mengusir tokek itu

Aku ingin mencuci kemeja itu

Tapi ternyata ….

Sepatu itu telah berlubang

Tokek itu telah mati

Dan kemeja itu telah luntur

Gantung_6

FIRST IMPRESSION

August 20th, 2007 by phytry

Ada istilah “Don’t  judge the book by the cover” …..

Tapi first impression itu kadang ada benarnya.

Suatu kali aku menghadiri pernikahan temanku, rumahnya di Tuban. Karena temanku tinggal di Tulungagung sedang aku di Malang maka kami janjian di Terminal Bungurasih Surabaya.

Kami naik bus ke Osowilangun kemudian naik bis lagi ke jurusan Bojonegoro, karena acaranya di dekat rumah, sedangkan rumah temanku itu di Jogoroto yang lebih dekat ke Bojonegoro daripada Tubannya sendiri. Dalam perjalanan duduk di sebelah kami seorang lelaki yang mengakunya bekerja di sebuah kantor di Surabaya . Dengan malas beberapa hal yang ditanyakan laki-laki ini aku jawab sekenanya.  Kadang-kadang temanku yang menjawab. Temanku agaknya lebih intensif menjawab pertanyaan orang tersebut daripada aku yang lebih dekat.  Orang tersebut semakin bersemangat bertanya ini itu, bahkan dia memberi kartu nama dan berusaha membayari ongkos bus kami.  Aku berusaha untuk membayar ongkos bus kami, tapi karena dia yg lebih dekat dengan kondekturnya akhirnya gagal.  Kata temanku “Gak papalah dibayarin orang itu” ujarnya sambil tersenyum. Aku menampakkan wajah “capek dech”ku. Setelah turun, temanku tadi bertanya padaku “Ngapain sih kamu segitunya sama orang asing, jangan begitu donk, yang ramah sedikit” katanya memberi wejangan kepadaku.  Aku jawab juga “Yah…tahu sendiri orang macam apa dia … ngomongnya aja dengan mupeng”.  Lanjut temanku “Jangan menilai orang dari luarnya donk”. Pada akhirnya aku diam, tidak menjawab balik. Sesampai di acara temanku ternyata kami terlambat, pengantinny sudah pulang sehingga kami menyusul ke rumahnya. Pulang dari rumah temanku sudah larut malam padahal kami musti naik bis antar kotanya dari Tuban kota, sedang mau nginap takut merepotkan pengantinnya, walaupun di rumah temanku itu aku sudah seperti anaknya sendiri tapi aku sungkan juga kalo mesti merepotkan. Akhirnya kami naik semacam metromini ke Tuban Kota. Sampai di kota sudah pukul sebelas malam, sudah tinggal bus terakhir. Dengan penantian yg cukup lama akhirnya kami dapatkan juga bus terakhir tersebut, isinya semua laki-laki kecuali kami. Lumayan masih dapat tempat duduk juga, tapi kami jadi terpisah. Aku duduk agak belakang sedang temanku duduk agak di depan bersebelahan dengan seorang yg gayanya seperti              Kirun. Ternyata org tersebut memang warga ketoprakan, jadi pantas saja kalau kusebut mirip Kirun. Orang tersebut asyik ngobrol dengan temanku yang memang lebih “ramah” dariku. Beberapa orang turun termasuk orang disebelah temanku tadi, sehingga aku pindah duduk di sebelah temanku. Temanku tadi berbisik padaku “Is, aku kena batunya”, katanya pelan. Aku tak paham ucapannya “kenapa?, tanyaku. Aku tadi menjawab saja apa yg orang tadi bicarakan “ Eh, dia malah tanya macem-macem…..Hi… ngeri  aku “. Aku Cuma tersenyum  dan bilang “He..he.. makanya kalo mau ramah lihat-lihat dulu orangnya”. Dia tersenyum kecut.

Man In Black

July 30th, 2007 by phytry

Often wearing black (Skirt, Pant and Jacket)

Often met when I wore black

Never say Hi … Just Starred ….

Did you ever meet me before?

No answer, hmm really mysterious

Clothing

July 4th, 2007 by phytry

Sebenernya bukan barang baru buat aku. Sejak kelas 6 SD, sudha suka sewing. Design sesuatu kalo lagi ada ide, gambar-gambar di buku. Munculnya juga suka tiba-tiba aja. Habis jalan-jalan, nonton TV, kadang2 bahkan lagi sholat truz kebayang (he..he..he… nggak khusyuk tuch). Kalo nggak langsung dituangkan pasti … beberapa saat udah lupa. Udah ada beberapa buku yg isinya designku semua, tapi sekarang mungkin udah dimakan ngengat, tau dech … kan nomaden. Tapi idealnya sich pengen dituangkan sebagai rancangan baju langsung, tapi berhubung blum bisa untuk itu, jadinya suka nggantung dech jadi design doank. Malah kalo sewing, sesuai kebutuhan aja. Meskipun pernah jadi sumber penghidupan juga, tapi nggak jadi ideal lagi. Lantaran misinya jadi menolong orang, jadi nggak bias pasang harga tinggi. Paling cuman ngganti biaya doank. But never regret about that. Cukup puaz… mungkin stepnya masih disitu. All person around sich support banget, tapi kan nggak ada donator buat ngembangin. Paling kalo ada yang bantu, pasti harus give back alias nanya ketemu BEPnya kan. Emang mimpi sich k’lo nayri donatur beneran buat try and error. Jadi inget kata temen soal ini, katanya gue aku suka try and error. Tapi dipikir sich, orang belajar musti try and error, k’lo nggak brani gitu ya nggak belajar-belajar. Yang ngomong aja musti try and error juga waktu naik jabatan and aku ajarin. But that’s OK … next time better lah… yang penting sudah ada effort.

Tommorrow

April 18th, 2007 by phytry

By. Hwan HeeHwan_hee_ku

Pada akhirnya satu kata telah hilang

Langkah terakhir telah hilang

Aku kira cinta bukan untuk kita

Tiap hari sangat sulit rasanya seperti mau mati

Hatiku tak bisa tenang bahkan sehari saja

Tak sekalipun aku berhenti merindukanmu

Dapatkah kau melihat air mataku

Dapatkah kau mendengar desahanku

Tak perduli betapa banyak aku menelannya kembali

Kapankah kau berbalik padaku

Mungkin besok….besok

Akankah hatiku menggapaimu

Kata-kata yang ditulis hatiku dan dikirim padamu

Bahwa aku mencintaimu

Dan datanglah padaku

Mungkin besok…besok

Seandainya kau datang kesisiku

Walaupun air mata mengalir karena sepi

Walaupun desahan timbul karena merindukanmu

Hanya untukmu agar kau datang padaku

Aku yakin suatu hari kau akan berbalik padaku

Dan menyadari cintaku untukmu

Hasratku membuatnya nyata

Jika bukan esok, lusa

Mungkin besok…besok

Akankah hatiku menggapaimu

Seandainya kau datang kesisiku

Walaupun air mata mengalir karena sepi

Walaupun desahan timbul karena merindukanmu

Hanya untukmu agar kau mencintaiku ………

MENCINTAI

April 18th, 2007 by phytry

Basi…. Ya

kan

….

Tapi tetap saja dikatakan… dan diumbar… kemana-mana

Dalam sejarah orang-orang dekat yang aku kenal

Yang memiliki perkawinan yang langgeng… dengan lumayan sedikit friksi

Kata itu bahkan seperti tidak pernah dikatakan

Bahkan untuk menyinggung sedikit saja tidak…

Jadi dimanakah yang benar????….

Menurut psikolog, inti keharmonisan adalah komunikasi

Komunikasi yang seperti apa itu …

Hari ini seseorang  curhat padaku, tentang seorang yang duu dekat dengannya

Bahwa setelah orang ini menikah, dia tetap menghubunginya

Bahkan berani memintanya menjadi istri kedua

Aku cuma tertawa…………..

Sebenarnya bukan hal yang mesti ditertawakan

Iseng-iseng aku pancing arah pembicaraannya menjadi lebih terbuka

Walaupun dia agak menjaga diri dari yang sebenarnya

Mungkin sungkan padaku

Tapi aku lihat kecenderungan yang tak bisa ditutupi

Bahwa dia sebenarnya sangat suka pada orang tersebut

Dan setengah desperado dengan kehidupannya saat ini

Dia mengarah kepada menerimanya

Hanya saja dia takut pada istri orang tersebut

Hmmm… aku mesti bagaimana (otuke…)

Mencintai……dia begitu mencintai………..

Dengan pengalaman sepertiku apakah cukup kompeten menjawabnya

Entahlah….  Mulut ini seperti ember saja

Seperti biasa, orang yang mengenalku pasti tau

Bakal keluar teori-teori yang entah aku pernah baca dimana

Dengan bekal pengetahuan agama yang pas-pasan

Aku hanya memberi beberapa pilihan

Aku tidak memberi keputusan yang terbaik

Karena aku sendiri bahkan tak tahu yang terbaik buatku

Aku sarankan untuk sholat istikharoh

Dan memberi pertimbangan baik-buruknya

Seorang sahabatku telah mengalami hal yang sama

Waktu itu aku merasa marah dengan keputusannya

Bahkan saat ini dia juga telah bercerai

Aku juga ikut merasa sakit

Di sisi lain aku melihatnya sebagai orang yang hebat

Dengan segala hal yang telah dihadapinya

Tapi aku juga nggak bisa membuat stempel bahwa hal tsb buruk

Hanya oknum, istilahnya.

Tetapi meski mendukung aku sendiri tak mau mengalaminya

Mungkin orang kata egois…

Hmmm….. masih belum bisa mengatasi emosi

Masih arogan…..

Heh…. Mencintai….. begitukah konsekuensinya

Tapi tak perlu khawatir

Bukankah cara orang alim mencintai akan membebaskannya dari api neraka

Heh..heh… semoga bisa meniru cara orang alim amiiiiiiiiinnnn

Biar bisa masuk surga amiiiiiiiiiiiiiiiiiin

KUCING DAN TENDER

April 2nd, 2007 by phytry

Dalam lingkungan kantor hidup seekor kucing yang sudah sejak lahir tinggal di kantor. Lingkungan yang dikenalnya seputar ruang-ruang kantor, laptop, PC, meja dan almari kantor. Bergaulnya hanya dengan orang kantor dan orang proyek kalau mereka sedang standby.  Setiap kali kita sibuk dengan pekerjaan berkas dan file, tiba-tiba dia akan duduk di atas berkas yang kita kerjakan. Ketika orang proyek sibuk mengepak tool yang akan mereka bawa, dia akan berputar-putar seolah membantu mengepak barang-barang tersebut. Dan ketika kita sibuk membuat laporan di depan computer,maka dia juga akan tiba-tiba duduk di atas laptop atau keyboard PC, yang dilakukannya adalah memandangi waah kita dengan wajah memelas untuk diberi makan atau mengeong keras di depan muka kita, atau tangannya akan meraih muka kita agar diperhatikan bahkan dia akan tidur dengan tangannya memeluk tombol-tombol keyboard.

Kadang-kadang suka merasa jengkel juga, kalau benar-benar sibuk dan dia tidak mau pergi dari atas keyboard yang dia duduki. Atau kadang sengaja tidur di depan printer sehingga menghalangi kertas hasil print yang keluar. Sedang kalau hendak kita angkat, dia segera meraih tangan kita dengan cakarnya. Walaupun belum ada kasus tercakar, tapi ini kucing memenga sengaja suka bermanja-manja dan mencari perhatian orang.

Tapi entah memang rejekinya dia, tidak ada masalah yang menggagalkan tender yang dia rusuhi dengan mondar-mandir di kaki para customer yang sedang mengadakan studi kelayakan partnership. Kadang-kadang merasa tertawa geli ketika masuk ruangan boss, sedang si kucing sedang tidur di atas berkas di meja boss. Boss sendiri tidak marah melihat si kucing tidur di meja atau almari tempat tool-tool di simpan. Mungkin karena kucing juga hewan kesayangan nabi. Lagipula ada yang mengurus makannya serta juga tidak buang kotoran sembarangan.

Kadang-kadang ada juga yang kaget melihat dia tidur diatas laptop atau keyboard.

Ada

yang tertawa geli melihat tingkahnya yang mengikuti kaki berjalan. Dan bahkan ada yang merasa aneh kantor memelihara kucing.

Karena jenis kucing kantoran, boss kami menyebutnya sebagai pegawai tetap karena walau dipecat dia akan kembali ke kantor dan wajahnya yang memelas akan minta untuk dikasihani. Wajahnya yang imut itu membuat orang suka dan tidak tega mengusirnya. Tapi saat wajahnya yang garang mengeong dengan keras, itu hanya sekadar eongan saja. Karena ketika ada kucing lain bertandang dan bertarung maka bulu-bulunya akan berlepasan dan kalahlah dia dengan hasil pertarungan ambil langkah seribu ngumpet di atas meja ruangan kita.

 

AUDIT BO

February 21st, 2007 by phytry

Wah Audit emang bikin capek Bo, …. Asbabul Nuzulnya karena data keuangan yang tahun-tahun sebelumnya masih pake manual wal hasil harus bercape-cape ria memasukkan ke dalam system yang baru dengan system kejar setoran. Aduh Bo… Capek Dech … (ABCD gitu) Mana nih body suka nggak kompromi nek …. Lagi sibuk-sibuknya malah sakit … aduhhh … ngeluh lagi dech …., tapi rupanya hasil kerjanya nggak sia-sia juga. Hasil Audit cukup bagus Bo … he..he..he nggak kalah dech system raba-raba gue ini dengan system perusahaan lain yang dibuat pakarnya, jadi walaupun kuliahnya kemarin rada ngadat tapi hasil baca semalamnya menghasilkan juga hi..hi..hi. And selanjutnya Tendernya sama perusahaan customer baru juga ikutan lancar .. wah seneeeeng banget hasil pekerjaan gue diakuin public nek … selain itu efek ke pajak juga bebas hambatan … meskipun sempet puzzziiiiing juga.

Belon juga capeknya ilang weh…. Sekarang udah lanjut ke audit berikutnya…waduh ga bisa nyantai dikit dech ya…mana lagi urusan project juga kenceng .. srot-srot….

Pokoknya urusannya jadi dikejar-kejar orang melulu … wuih  #$$@%&**………………..

 

 

DUNIA DALAM ANAK-ANAK

December 27th, 2006 by phytry

Ngomongin soal anak-anak kayaknya nggak ada habisnya, apalagi gue yang sudah mengumpulkan buanyak keponakan. Kadang kalo lagi sedih kayaknya bakal jadi terpingkal-pingkal oleh ulah mereka. Salah satunya keponakanku yang namanya “Hafidz”, suka dipanggil “Dede” (tapi sekarang sudah jadi kakak tuch). Sejak mulai bisa jalan dan ngomong entah sudah berapa hal yang dilakukannya yang membuat kepala pusing tujuh keliling. Tingkahnya yang kayak “Bumper Car” itu sudah menghasilkan berbagai bekas luka mulai jatuh ke got, tertelan kelereng, kegunting pantatnya, jatuh kena pinggiran meja dan sebagainya. Kakakku kalau bercerita soal tingkahnya sudah lempeng aja, no expression…. Tapi ada lagi yang bikin kita terpingkal-pingkal yaitu ucapannya yang sering aneh-aneh. Rasanya mamanya sudah tidak henti-henti mengajarkan banyak hal yang sering dijawab dengan ringan saja oleh si kecil ini.

Entah apa saja yang telah dipelajarinya dari dunia yang sudah serba elektronik ini. Beberapa hal yang masih dapat kuingat adalah :

1. Power Ranger. Ini adalah tontonan kesukaannya. Kadang dia suka ngerjain orang, mula-mula dia tanya padaku “Te, ini hari apa”. Aku jawab “ Hari Kamis Dek” Mula-mula aku pikir dia nggak hapal hari. Terus dia melanjutkan “Berarti besok hari Jum’at, terus besoknya lagi hari Sabtu, habis hari Sabtu hari Minggu. Nah Kalo hari Minggu jam 10.00 ada Power Ranger Te”. Toeeeeng…..

2. Robot. Begitu senangnya dia dengan Robot, sepertinya semua hal di identikkan dengan dunia robot. Ketika mamanya sedang hamil adiknya dia berkata padaku. “Te, nanti adik bayinya kalo keluar begini te. Mama dibuka pake obeng dikeluarkan adik bayinya pake tang terus ditutup lagi perutnya mama”. “Hah, memangnya mama robot dek,”jawabku ternganga.

3. Smack Down. Mungkin memang lagi musimnya di sekolah banyak teman-temannya membicarakan dan membeli kartu-kartu bergambar jawara-jawara Smack Down. Padahal dia sendiri tidak pernah menonton acara itu di TV, karena mamanya juga mengawasi apa saja yang dia tonton lewat TV. Tapi karena banyak temannya suka bercerita, jadinya dia hafal banget dengan para pemain acara tersebut dengan kebiasaan-kebiasaannya. Bahkan saking sukanya dia pada pemain acara tersebut suatu kali kakaknya yang lebih sering dia atur malah, dia suruh menelpon. “Mas pencet nomor nih 081bla..bla..bla” Mamanya yang penasaran dengan nomor yang dia tekan, karena dikiranya kami yang dia telpon, mendengarkan yang mereka bicarakan. “Nah, bilang mau ngomong sama John Cena (salah satu pemain dalam Smack Down).”

4. Masih soal Smack Down. Adiknya yang masih bayi yang mulai tingkahnya banyak, motoriknya mulai bekerja. Sudah belajar tepuk tangan, dadah, dan sebagainya. Katanya “Ma, Dede Faiz bias gayanya Bautista” sambil dicontohkan tangannya yang ke kanan kiri berulang ulang.

5. Uang. Entah darimana dia mulai mempelajari soal uang. Tetapi dia kenal sekali angka-angka besar dalam nilai mata uang. Suatu kali pembantu kakakku sedang menerima uang THR dan ketahuan oleh si kecil ini. Pulangnya si Bibi, begitu kami sebut, dihadangnya dan ditanya “Bi, dikasih berapa sama mama”. Dan begitu dilihatnya uan yang dibawa oleh Bibi cukup besar, dia bilang “Hah, bibi jajannya kok banyak banget”. Dia mulai protes sama mamanya “Ma, kok bibi dikasih uang jajan banyak banget, Dede kok cuma sedikit sih ma”. Mamanya hanya bisa bengong aja.

6. Iqro 1. Si kecil biar bandel tapi mau juga pergi ngaji ke masjid dekat rumah. Memang beruntung sekali ada kakaknya yang menjadi motivatornya bila males ngaji. Adik kecil sudah berusia delapan bulan, sudah mulai bisa berucap ba..ba..ba.., ta..ta..ta… Begitu adiknya mengoceh, dia bilang “Ma, Dede Faiz sudah Iqro 1”, katanya ringan. Mamanya penasaran “Apa dek Iqro 1” telusur mamanya. “Iya ma itu adik bilang ba..ba..ba..” jawabnya.

7. Ke Masjid. Setiap adzan maghrib, mamanya meminta mereka pergi sholat ke masjid. Ada saja alasan si Dede kalau lagi males pergi, yang bilang di nakalin temennya, sholat di rumah aja dan sebagainya. Suatu kali mamanya mendorongnya pergi ke masjid. Si Dede lagi males, mungkin kecapekan main. Sudah sampai di masjid malah pulang balik sedang sholat belum dimulai. Mamanya yang penasaran bertanya “De, kok balik lagi kan belum mulai sholatnya” Si anak menjawab “Itu Ma mesjidnya penuh, jadi Dede sholat di rumah aja” Mamanya hanya bisa berucap “Wah, alasannya keluar lagi”.